Sabtu, 10 April 2021

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.   Latar Belakang

Pancasila sebagai dasar filsafat negara indonesia merupakan sumber nilai bagi pelaksana penyelenggaraan negara secara kongkrit, oleh karena itu inti sila sila yang abstrak umum universal harus sesuai dengan praktek peyelenggaraan Negara. Nilai-nilai pancasila memiliki makna yang mendalam baik dari segi sejarah pembentukan dan pengamalan. Pancasila adalah dasar negara yang juga Landasan untuk menuju cita-cita bangsa dan untuk memotivasi bangsa dalam mencapai cita-cita tersebut.

Dewasa ini,  dengan perkembangan teknologi, modernisasi, westernisasi yang tak lain adalah Globalisasi telah mengikis nilai-nilai tersebut dalam kehidupan masyarakat. Sehingga mengakibatkan ketidak tahuan masyarakat Indonesia terhadap nilai-nilai Dasar negara mereka sendiri.  Dan menanamkan pemikiran bahwa nilai-nilai dan pengamalan-pengamala Pancasila hanya untuk para pelajar dan Mahasiswa saja.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini seperti yaitu “Apa saja Nilai-nilai pancasila beserta penjabarannya ?”

C.   Tujuan

1.   Agar mahasiswa tahu tentang arti Sila-sila pancasila;

2.  Agar pembaca dapat merealisasikan hakikat dari sila sila pancasila  dalam kehidupan nyata;

D.  Manfaat

Manfaat yang dapat diambil yaitu membantu pembaca dalam memahami nilai-nilai Pancasila dan pengamalan-pengamalannya untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.      Penjabaran Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila Ketuhanan yang Maha Esa tersusun atas sejumlah kata yang merupakan suatu frase. Unsur frase itu sila Ketuhanan Yang Maha Esa adalah kata polimorfemik ketuhanan, yang terbentuk dari kata dasar Tuhan + (ke-/-an) - à ketuhanan. Makna kata tersebut secara morfologi mengandung makna abstrak atau hal. Jadi bisa kita simpulkan bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa mempunyai arti kesesuaian dengan hakikat nilai nilai yang berasal dari Tuhan, dan realisasinya adalah berupa nilai-nilai agama.

Kesesuaian Negara Indonesia dengan Nilai yang berasal dari Tuhan mempunyai makna bahwa segala aspek penyelenggaraan Negara harus  sesuai dengan nilai-nilai yang berasal dari Tuhan.

Pancasila adalah dasar filsafat negara Indonesia, yang nilai-nilainya telah ada pada bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala, berupa nilai-nilai adat istiadat, kebudayaan dan nilai-nilai agama. Dengan demikian sila Ketuhanan yang Maha Esa nilai-nilainya telah ada pada bangsa indonesia sebagai kausa materialis. Kenyataan ini dapatlah dipahami secara rasionalkarena dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan agama, pengetahuan tentang adanya Tuhan ini telah banyak dibuktikan secara rasional dengan beberapa argumentasi sebagai berikut :

1.      Bukti adanya Tuhan secara Ontologis

Yang berpendapat bahwa adanya segala sesuatu di dunia tidak berada karena dirinya sendiri, akan tetapi karena suatu yang di sebut ide. Ide ini berada di luar segala sesuatu termasuk alam semesta, dan kenyataan sebenarnya adalah ide-ide tersebut. Maka yang di maksud ide yang tertinggi adalah Tuhan sebagai kusa prima.

 

2.      Bukti adanya Tuhan secara Kosmologis

Yang berpendapat bahwa alam semesta (termasuk manusia ini) di ciptakan oleh Tuhan. Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini mempunyai hubungan sebab-akibat, sebab sesuatu di sebabkan oleh sebab yang lain. Misalnya rentetan hubungan anak dengan orang tuanya, orang tuanya disebabkan oleh nenek dan kakeknya, begitu seterusnya sehingga rangkaian sebab akibat, sebab akibat tersebut sampailah pada suatu sebab yang tidak disebabkan oleh orang lain yang di sebut sebab pertama (kausa prima).

 

3.      Bukti adanya Tuhan secara Teleologis

Yang berpendapat bahwa alam diatur menurut sesuatu tujuan tertentu. Dengan kata lain alam ini dalam keseluruhannya berevolusi dan beredar kepada suatu tujuan tertentu. Bagian-bagian dari alam ini mempunyai hubungan yang erat satu dengan yang lainnya dan bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Maka dapat di simpulkan bahwa ada suatu dzat yang menentukan tujuan tersebut, yaitu Tuhan.

 

4.      Bukti adanya Tuhan secara Psikologis

Pembuktian ini berdasarkan pada suatu kenyataan bahwa kita memiliki suatu pengertian atau gagasan tentang Tuhan segala sesuatu yang sempurna. Gagasan di peroleh dari gagasan-gagasan lain lain yang di gabungkan, di perbandingkan, dan sebagainya. Namun semua hal yang di peroleh dari pengalaman, indrawi bersifat jauh dari kata sempurna. Sebagainya konsekuensinya kita tidak mungkin memperoleh pengertian tentang kesempurnaan dari sumber semacam itu.

Negara pada hakikatnya merupakan suatu persekutuan hidup bersama sebagai manifestasi sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social. Manifestasi hubungan manusia dengan Tuhannya terwujud dalam bentuk agama.Berbeda dengan negara yang merupakan wujud kebudayaan manusia,agama memiliki sifat yang mutlak kebenarannya karena berdasarkan pandangan hidup wahyu.

a). Paham Atheisme

Negara yang berpaham atheisme lazimnya adalah negara yang berideologi komunis. Negara seperti ini memiliki doktrin untuk memerangi agama.Penganut agama dinegara tersebut lazimnya di tekan dan di tindas.Adapun yang menjadi tuhan menurut paham tersebut adalah materi dan ekonomi.

b).Paham Sekulerisme

Paham ini membedakan antara agama dan negara.Negara adalah masalah-masalah dunia adapun agama adalah urusan akherat.

c).Paham Liberal

Negara lliberal pada hakikatnya mendasar pada kebebasan individu.Negara adalah merupakan alat dan sarana indivudu,sehingga m,asalaah agama dalam negara juga sangat di tentukan oleh kebebasan individu.

d). Negara Theokrasi (Negara Agama)

     Hubungan Negara dengan agama menurut paham theokrasi, bahwa antara Negara dengan agama tidak dapat dipisahkan. Dalam praktek kenegaraan terdapat dua macam pengertian Negara theokrasi, yaitu Negara Theokrasi Langsung dan Negara Theokrasi  Tidak Langsung.

e). Negara Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (Negara Pancasila)

            Negara Indonesia adalah negara kebangsan yang Berketuhanan Yang Maha Esa. Negara kebangsaan Indonesia adalah negara yang mengakui Tuhan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

 

 

B.     Penjabaran Sila Kemanusiaan yang adil dan Beradap

Isi dari sila sila pancasila adalah suatu kesatuan yang bulat dan utuh. Oleh karena itu sila ‘kemanusiaan yang adil dan beradap’ adalah dijiwai dan didasari oleh sila ke-Tuhanan Maha Esa, dan mendasari sila Persatuan Indonesia, karena kesatuan tersebut maka sila kedua pancasila ini senantiasa terkandung didalamnya keempat sila yang lainnya.

 

C.    Penjabaran Sila Persatuan Indonesia

Sila ketiga pancasila yang terdiri dari dua kata yaitu persatuan dan Indonesia secara morfologi memiliki arti suatu hasil dari perbuatan, jadi merupakan nomina. Jadi makna ‘persatuan indonesia’ ini merupakan sifat dan keadaan Negara Indonesia yang mutlak tidak dapat dibagi, sehingga bangsa dan Negara Indonesia yang menempati suatu wilayah tertentu merupakan suatu Negara yang berdiri sendiri memiliki sifat dan keadaanya sendiri terpisah dari Negara lain. Oleh karena itu makna Bhineka Tunggal Ika sangat erat kaitannya dengan sila ketiga pancasila ini karena mempunyai arti meskipun bangsa dan Negara Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan adat istiadat yang bermacam macam, serta beraneka ragam kepulauan wilayah Negara Indonesia, namun kesuluruhannya itu merupakan suatu persatuan, yaitu bangsa dan Negara Indonesia.

 

D.    Penjabaran Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Sesuai dengan sifat persatuan dan kesatuan pancasila, maka sila keempat ini didasari dan dijiwai oleh ketiga sila sebelumnya yaitu sila ‘Ketuhanan yang maha esa,’sila kemanusiaan yang adil dan beradap, dan ‘persatuan indonesia’.

Berdasarkan suatu pengertian bahwa pada hakikatnya Negara adalah lembaga kemanusiaan, lembaga kemasyarakatan, jadi terdiri dari manusia manusia yang bersatu (sila ketiga) yang disebut bangsa, adapun bangsa pada hakikatnya adalah berasal dari manusia manusia sebagai makhluk tuhan yang maha esa. Oleh karena itu kerakyatan pada hakikatnya tidak bisa dipisahkan dengan asas hidup kerokhanian yaitu kemanusian, karena adalah sebagai pendukung pokok Negara.

 

E.     Penjabaran Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Berdasarkan rumusan persatuan dan kesatuan silasila pancasila maka sila kelima ini merupakan suatu kesatuan dengan sila sila yang lainnya maka sila kelima merupakan pengkhususan sila-sila yang mendahuluinya. Selain itu sila kelima ini didasari dan dijiwai oleh sila-sila pendahulunya. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya sila kelima ini tidak dapat terlaksanakan terpisah dengan sila-sila lainnya .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Atas dasar uraian diatas dapat kami simpulkan bahwa sila sila pancasila itu saling terkait dan merupakan suatu kesatuan yang utuh dan saling melengkapi. Pancasila merupakan dasar negara Indonesia dan sudah sepatutnya menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan memahami nilai-nilai Pancasila yang merupakan cakupan dari nilai, norma, dan moral yang harusnya mampu diamalkan oleh seluruh masyarakat Indonesia, maka degradasi moral dan kebiadaban masyarakat dapat diminimalisir, secara tidak langsung juga akan mengurangi kriminalitas di Indonesia, meningkatkan keamanan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

 

Saran

Sudah sepatutnya seluruh masyarakat Indonesia mengubah pikiran yang berpikir pancasila hanya untuk para pelajar dan mahasiswa, dan mulai memahami nilai-nilai pancasila tersebut dan mengamalkannya untuk mencapai satu tujuan bersama yakni, menjadi Bangsa yang Makmur aman sejahtera , dengan seribu pulau, budaya, dan berbagai agama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Drs. Daryono, M. 2011. Pengantar Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan. Jakarta. Rineka Cipta

Iqbal Trihidayat, Moh.2017.Pendidikan Pancasila. Palembang . CV. Karya Mandiri Bersama.

                                                                                                                            

0 komentar:

Posting Komentar

Tanggal

Statistik

Popular Posts