Senin, 09 Desember 2019


BAB. I
PENDAHULUAN


1.1       Latar belakang
Tema pemikiran-pemikiran keynes dipilih selain untuk memenuhi syarat pemenuhan tugas perkuliahan, juga sebagai sarana agar meningkatkan wawasan mengenai sejarah-sejarah pemikiran keynes yang tentunya sebagai materi perkuliahan yang dibagi dalam bentuk kelompok.

1.2       Rumusan masalah
A.    Apa saja karya-karya keynes ?
B.    Bagaimana Kritikan Keynes Terhadap teori Klasik ?
C.    Bagaimana Peran pemerintah dalam perekonomian saat ini (keynes) ?

1.3       Tujuan makalah
Untuk menambah wawasan mengenai teori teori keynes dan sebagai pelengkap tugas perkuliahan.

  


BAB.II
PEMBAHASAN


2.1      Karya-karya keynes
            Keynes, tahun1913 menulis: indian currency and finance, yang memperlihatkan ketertarikan pada masalah moneter. Tulisan berikutnya tahun 1919 ia menulis tentang : A revision of the treaty. Kedua buku tersebut berdasarkan pengalaman dalam delegasi perdamaian Versailles (perdamaian untuk mengakhiri perang dunia I).

            Dalam buku the economic consequences of the peace keynes mengkritik cara yang digunakan pihak pemenang PD I (Amerika, Inggris, dan Prancis) untuk menekan negara yang kalah (Jerman) dengan mensyaratkan pembayaran hutang yang berat. Keynes meramalkan bahwa tindakan tersebut akan menimbulkan kemarahan dan dendam dari negara jerman. Ramalan itu terbukti dengan diprakarsainya PD II oleh Jerman sebagai bentuk wujud balas dendam.

            Tahun berikutnya ia menulis: A track on monetary reform, yang berisi keperihatinanya tentang perubahan daya beli uang. Tulisanya yang lain adalah A treatis of money (risalah uang) yang terbit tahun 1930. Buku ini terbit dalam dua volume, peran yang pertama menyajikan tentang arti dan peran uang dalam perekonomian murni sedangkan volume kedua membahas penerapanya dalam perekonomian.

            Pada tahun 1936, keynes menerbitkan bukunya yang paling terkenal: the general teory of Employment, interest, and money. Dalam buku itu diungkapkan bahwa penghasilan dan peluang/lowongan kerja itu ditentukan oleh jumlah pengeluaran swasta dan negara. Pendapat ini dinilai para ahli ekonomi dunia sebagai suatu penyimpangan dan tradisi Neo-Klasik dan akhirnya menciptakan mazhab baru, mazhab ekonomi moderen yang bisa disebut dengan mazhab Keynes.

            Selain buku-bukunya itu, keynes juga menerbitkan buku hasil pemikiranya berjudul:  how to pay for the war. Dalam bukunya itu keynes mengutarakan tentang tindakan atau cara untuk menghindari terjadinya inflasi pada zaman perang yakni dengan jalan tabungan paksa atau tabungan penangguhan.



            Ini semua membuat keynes menjadi terkenal sebagai salah satu tokoh ekonomi dunia. Sampai saat ini, teori-teori sampai buku-bukunya masih dipakai sampai saat ini oleh masyarakat dunia yang ingin mempelajari perkembanganekonomi sejak zaman dahulu sampai sekarang karena  hal ini sangat penting bagi kita yang ingin mempelajari sejarah dan perkembangan ekonomi.

Inti pokok pemikiran keynes
Pada hakikatnya, konsep teori Keynes dapat dipandang sebagai suatu teori tentang pendapatan dan kesempatan kerja. Inti pokok dalam sistem pemikiran dan konsep Keynes terdiri dari berbagai faktor penting, yaitu: 

a.        Hasrat berkonsumsi (propensity to consume)
Pendapatan total agregat sama dengan konsumsi total agregat ditambah investasi total agregat. Tingkat konsumsi bergantung pada hasrat seseorang untuk berkonsumsi, yang merupakan fungsi dari pendapatan. Begitu juga dengan tabungan, karena tabungan adalah sisa bagian dari pendapatan yang tidak digunakan untuk berkonsumsi.

b.      Tingkat bunga (interest) yang memiliki kaitan dengan dengan preferensi likuiditas (liquidity preference)
Tingkat bunga menurut Keynes bukanlah pencerminan dari penawaran tabungan dan permintaan investasi, melainkan tingkat bunga merupakan variabel bebas (independent) dari kedua hal tersebut. Tingkat tabungan adalah suatu fenomena moneter yang tergantung dari keinginan orang menahan tabungannya dalam bentuk dana likuiditas. Sehingga tingkat bunga tergantung dari preferensi likuiditas.

c.       Efisiensi marginal dari investasi modal (marginal efficiency of capital)
Tingkat investasi ditentukan oleh efisiensi marginal dari investasi modal, yang dipengaruhi oleh ekspektasi investor tentang laba yang akan diperoleh di masa depan dari investasi modal yang bersangkutan. Jelaslah bahwa ekspektasi tersebut adalah yang positif dan menguntungkan investor itu.

d.      Preferensi Likuiditas (Liquidity Preference)
Pada saat masa aliran monetarisme, timbul pertanyaan mengenai demand for money dan supply of money. Pertanyaan ini dijawab oleh Keynes dengan teorinya, liqudity preference, yang menjelaskan tentang bagaimana tingkat bunga ditentukan dalam jangka pendek dan tingkat bunga tersebut disesuaikan untuk menyeimbangkan demand for money dan supply of money.



Teori ini menegaskan bahwa tingkat bunga adalah salah satu determinan dari berapa banyak uang yang ingin dipegang orang, alasannya karena tingkat bunga merupakan opportunity cost dari memegang uang. Ada tiga motif orang yang memegang uang: Motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi.

e.       Tentang Upah
Kaum klasik mengatakan bahwa pengangguran tinggi karena upah yang kaku (wage rigidity), yang disebababkan oleh adanya aturan upah minimum (minimum wage), kontrak kerja, dan serikat pekerja (labor union).

Keynes menolak semua pendapat klasik yang di atas. Keynes berpendapat bahwa upah nominal lah yang mengikat pekerja dan menyebabkan pengangguran. Sehingga untuk menurunkan pengangguran, solusinya adalah menurunkan upah riil dengan cara menurunkan upah nominal lebih besar dari tingkat inflasi.

f.        Tentang Tabungan (Saving)
Menurut Keynes, tingkat saving harus lebih tinggi dari plan investmen. Tapi juga tidak baik kalau tingkat saving-nya itu berlebihan, karena akan berdampak pada terjadinya resesi perekonomian bahkan terjadi depresi.

2.2 Pokok-Pokok Ajaran Keynes
Inti pokok dari ajaran Keynes adalah sebagai berikut :
1.   Pendapatan total tergantung dari volume kesempatan kerja total
2.  Kecenderungan untuk berkonsumsi ( propensiti to Consume = PTC ), dimana jumlah pengeluaran untuk konsumsi tergantung pada tingkat pendatan, demikian halnya pada kesempatan kerja total.
3.   Kesempatan kerja total tergantung pada permintaan efektif total (D), yang terdiri dari dua bagian yaitu : (a) pengeluaran untuk Konsumsi (D1) dan (b) pengeluaran untuk inventasi (D2), Sehingga : D  =  D1   +   D2
4.   Dalam keadaan keseimbangan (equilibrium) permintaan total (aggregate demand = D) sama dengan aggregate supply = Z).
                                    jika      :           D  =  D1  +   D2   atau  D2  =  D – D1
                       Maka  :           D  =  Z,   sehingga        D2  =  Z – D1
5.   Dalam keadaan keseimbangan (equilibrium), penawaran total sama dengan permintaan total dan permintaan total  dideterminasi oleh kecendrungan untuk mengkonsumsi (PTC) dan volume inventesi. Dengan demikian, maka volume kesempatan kerja tergantung pada : (a) fungsi penawaran total (aggregate supply function), (b) kecendrungan untuk berkonsumsi (the propensity to consume), dan (c) volume investasi
6.   Fungsi penawaran total tergantung pada kondisi-kondisi fisik penawaran dan kecenderungan untuk berkonsumsi adalah relatif stabil dan oleh karenanya fluktuasi-fluktuasi pada kesempatan kerja terutama tergantung pada volume inventasi.
7.   Volume inventasi tergantung pada : (a) efisiensi marginal modal atau  marginal efficency of  capital = MEC, dan (b) suku bunga (interest).
8.   Efisiensi marginal modal tergantung pada : (a) harapan tentang hasil laba, dan (b) biaya pengganti aktiva modal.
9.  Suku bunga tegantung pada : (a) jumlah uang, dan (b) keadaan preferensi likuiditas.

2.3      Kritikan Keynes Terhadap teori Klasik
            Kaum klasik percaya bahwa perekonomian yang dilandaskan pada mekanisme pasar akan mencapai keseimbangan, sehingga kegiatan produksi akan menciptakan daya beli terhadap produksi yang dihasilkan. Daya beli itu diperoleh atas balas jasa untuk faktor-faktor produksi seperti upah, suku bunga, sewa tanah, dan balas atas faktor produksi lainya. Pendapatan yang diperoleh akan seluruhnya dibelanjakan.

            Dalam posisi tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan permintaan. Walaupun terjadi hanya bersifat sementara karena akan ada tanga tak kentara yang membawa perekonomian kembali pada posisi keseimbangan. Semua tenaga kerja terserap secara penuh (fully employed). Kalau ada yang tidak bekerja, mereka menerima perkerjaan walau dengan gaji/upah rendah daripada mereka menganggur dan tidak memperoleh pendapatan. Hal ini mendorong perusahaan mempekerjakan mereka lebih banyak.

            Teori J.B say yang menekan bahwa setiap penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri dikeritik oleh keynes sebagai salah satu yang keliru. Dalam kenyataan biasanya permintaan lebih kecil dari penawaran dan tidak semua pendapatan itu dibelanjakan melainkan juga dijadikan sebagai Saving. Hal ini berarti jumlah konsumsi lebih kecil dari pendapatan dimana tidak semua priduksi diserap masyarakat. Terbukti pada tahun 1992- 1930 saat terjadi kelebihan produksi dalam jumlah  besar sedangkan daya beli masyarakat yang terbatas. Hal ini menyebabkan banyak perusahaan yang mengurangi jumlah produksinya dengan mengurangi jumlah pekerja.


a.      Kritikan mengenai jumlah tabungan dan investasi
Pendapat klasik bahwa jumlah tabungan akan selalu sama dengan jumlah investsi dibantah keynes. Alasannya perilaku rumah tangga menabung berbeda dengan perilaku investor.pengusaha atau ivestor melakukan investasi didorong oleh keinginan untuk mendapatkan laba sedangkan sektor rumah tangga melakukan penabungan didorong oleh berbagai motif yag berbeda seperti motif berjaga-jaga.

b.      Kritikan keynes mengenai ful-employment
Keynes berpendapat bahwa tidak ada mekanisme penyesuaian otomatis yang menjamin bahwa perekonomian akan mencapai keseimbanga pada tingkat penggunaan kerja penuh (full-employment) hal tersebut yang dibantah Keynes  bahwa analisis kaum klasik yang semacam itu yang mana  didasarkan pada pengandaian-pengandaian yang keliru dengan kenyataan dalam kehidupansehari-hari.

c.        Kritikan keynes terhadap teori klasik
Kaum klasik percaya bahwa perekonomian yang dilandaskan pada kekuatan mekanisme pasar akan selalu menuju keseimbangan. Dalam posisi keseimbangan, kegiatan produksi secara otomatis akan menciptakan daya beli untuk membeli barag-barang yang dihasilkan. Hal tersebut yang dibantah oleh keynes karena biasanya permintaan lebih kecil dari penawaran, sebagian dari pendapatan yang diterima masyarakat akan ditabung untuk spekulasi dan tidak semuanya untuk dikonsumsi.

            Hal ini menyebabkan tingkat pengangguran dalam jumlah besar dan penurunan pendapatan masyarakat secara drastis. Puncaknya kemerosotan ekonomi terjadi pada tahun 30-an dimana hampir seluruh negara-negara produksi mengalami depresiasi secara besar-besaran.

            Hal ini menyebabkan bahwa ada orang yang dengan teori klasik dan neo-klasik. Menurut Keynes, teori say hanya berlaku untuk perekonomian tertutup sederhana yang terdiri  dari sektor rumah tangga dan perusahaan saja. Namun perekonomian masyarakat maju yang telah mengenal tabungan maka sebagian pendapatan akan ditabung sehingga arus pengeluaran tidak sama denga jumlah pendapatan yang dirumuskan dalam bentuk Yd-C=S.

            Pendapat keynes tersebut dibantah oleh kau klasik dengan dalih bahwa tabungan tersebut akan dihimpun oleh lembaga keuangan dan akan disalurkan pada investor sehingga tabungan akan selalu sama denga investasi. Dengan demikian investasi akan menyebabkan keseimbangan kembali terwujud.

            Keynes membantah pandangan klasik tersebut karena motif orang menabung tidak sama dengan motif orang berinvestasi. Pengusaha berinvestasi dengan motif memperoleh keuntungan sedangkan rumah tangga menabung dengan motif beragam salah satunya untuk berjaga-jaga, misalnya untuk menghadapi kecelakaan. Perbedaan motif ini menyebabkan jumlah tabungan tidak sama dengan jumlah investasi. Kalaupun jumlahnya sama itu hanya kebetulan bukannya keharusan.

            Keynes juga mengkritik pandangan kaum klasik yang mengatakan full employment akan selalu tercapai. Dalam kenyataannya pasar tenaga kerja tidak selamanya tercapai full employment. Dimanapun para pekerja mempunyai serikat kerja yang selalu memperjuangkan kepentingan buruh dari penurunan tingkat upah. Yang berarti tidak semua buruh akan bersedia bekerja pada tingkat upah yang ditawarkan perusahaan.

            Bila tingkat upah diturunkan maka pendaptan masyarakat akan turun sehingga daya beli dan konsumsi terhadap produk yang dihasilkan berkurang. Akhirnya akan mendorong turunnya harga-harga. Kalau harga-harga turun, maka produktifitas tenaga kerja juga menurun. Hal ini akan menyababkan perusahaan melakukan raionalisasi untuk menghemat biaya produksi dengan memberhentikan sebagian karyawan. Maka pengangguran tingkat akan semakin besar (tidak terjadi full employment).

2.4  Peran pemerintah dalam perekonomian saat ini (keynes)
            Dari hasil pengamatan tentang depresi ekonomi maka Keynes merekomendasikan agar perekonomian tidak diserahkan begitu saja pada mekanisme pasar. Hingga batas tertentu peran pemerintah justru diperlukan. Misalnya kalau terjadi pengangguran maka pemerintah bisa memperbesar pengeluarannya untuk proyek-proyek padat karya sehingga sebagian pengangguran mendapat pekerjaan yang akhirnya akan menambah pendapatan masyarakat. Dan jika harga-harg naik dengan cepat, maka pemerintah dapat menarik jumlah uang yang beredar dengan mengenakan pajak yang lebih tinggi sehingga inflasi tinggi tidak akan terjadi.

            Dari berbagai kebijaksanaan yang diambil, Keynes lebih mengandalkan kebijakan fiskal karena pemerintah dapat mempengaruhi jalannya perekonomian dengan menyuntikkan dana berupa pengeluaran pemerintah untuk proyek yang mampu menyerap tenaga kerja. Terutama dalam kondisi dimana sumber-sumber daya belum diserap secara penuh, kebijaksanaan ini sangat ampuh untuk meninggkatkan output dan memberantas pengangguran.

            Keynes menganggap campur tangan pemerintah merupakan keharusan terutama disaat perekonomian berjalan tidak sesuai seperti yang diharapkan. Dengan kata lain pemerintah bertanggung jawab sebagai pengendali jalannya perekonomian sehingga dapat berjalan sesuai dengan keinginan.

            Pokok-pokok pikiran Keynes tersebut di atas membawa beberapa pembaruan radikal dalam ilmu ekonomi. Yang pertama, mulai diperhatikannya dimensi global atau agregat (makro) dalam analisis ilmu ekonomi. Dengan demikian ilmu ekonomi telah berkembang menjadi ilmu ekonomi makro. Kedua, dimasukkannya peranan pemerintah dalam analisis ilmu ekonomi telah menimbulkan pentingnya peranan analisis kebijakan (policies analysis). Ketiga, dengan dirasa perlunya analisis kebijakan, maka dirasakan perlunya studi-studi empiric. Dengan demikian terjadi perubahan/penyempurnaan metodologi dalam analisis ekonomi, dari hanya mengandalkan metode deduktif menjadi juga menggunakan metode induktif. Tidak berlebihan jika Keynes dihormati sebagai bapak ilmu ekonomi makro, sekaligus ekonom perintis studi induktif.

Keynes dan pengikutnya berpendapat bahwa pemerintah seharusnya melakukan intervensi melalui kebijaksanaan fiskal dan moneter untuk mendorong kesempatan kerja penuh, stabilitas harga, dan pertumbuhan ekonomi. Mereka menyarankan, untuk memerangi depresi dan resesi ekonomi, seharusnya dilakukan dengan cara meningkatkan belanja pemerintah atau mengurangi pajak yang dapat menambah belanja konsumsi sektor swasta. Mereka juga menyarankan agar penguasa moneter menambah pasokan uang untuk menurunkan suku bunga dengan harapan agar kebijaksanaan itu mampu mendukung investasi. Untuk menghadapi inflasi yang disebabkan oleh permintaan keseluruhan yang berlebihan, pemerintah sebaiknya mengurangi belanja, meningkatkan pajak untuk mengurangi belanja konsumsi sektor swasta, atau mengurangi pasokan uang untuk meningkatkan suku bunga, yang akan dapat meredam belanja investasi berlebihan (Sastradipoera, 2007: 247).

  


BAB.III
PENUTUP


3.1       Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa:
Keynes dikenal dengan jumlah hasil karya yang begitu banyak dan dari semua hasil karyanya ada salah satu yang sangat terkenal dimasyarakat dunia yaitu : The General Theory of Employment, Interest, and Money.
Keynes tidak sepakat dengan teori klasik yang menciptakan permintaanya sendiri, karena menurut pandangan keynes permintaan selalu lebih kecil daripada penawaran, oleh karena itu keynes membantah teori Klasik.
Keynes merupakan salah satu bapak ilmu ekonomi makro yang mencetuskan bahwa peran pemerintah sangat perlu dalam perekonomian.

3.2       Saran-saran.
Agar lebih mengerti tentang teori Keynesian maka perlu dipelajari lebih dalam pendekatan teori ini dengan penggunaan rumus matematis dan grafis dimana Keynes mengutarakan permasalahan pasar uang dan pasar tenaga kerja tersebut. Hal ini bertujuan untuk membandingkan pandangan Keynes dengan pandangan klasik dan neo-klasik sebelumnya.


  


DAFTAR PUSTAKA


http://www.philosophyresearcher.com/2013/12/pengantar-menuju-pemikiran-john-maynard.html (peran pemerintah dalam perekonomian saat ini keynes) diposting oleh Banin D. Sukmono.
http://srisarmitaworld.blogspot.co.id/2013/11/makalah-pemikiran-pemikiran-ekonomi_21.html (karya-karya keynes) diposting oleh Deliarnov. 2007.  Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo.

https://id.wikipedia.org/wiki/John_Maynard_Keynes (profil lengkap JM keynes) diposting oleh WIKIPEDIA

FILE bisa download di sini

Senin, 02 Juli 2018


KEDUDUKAN DAN PERAN PEMERINTAH DALAM MEMPERBAIKI KUALITAS PELAYANAN PUBLIK



BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Pemerintahan pusat adalah penyelenggara pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni Presiden dengan dibantu seorang Wakil Presiden dan oleh menteri- menteri negara. Atau dengan kata lain, pemerintahan pusat adalah pemerintahan secara nasional yang berkedudukan di ibu kota Negara Republik Indonesia.
Peningkatan kualitas pelayanan publik dapat diperbaiki melalui perbaikan manajemen kualitas jasa, yakni upaya meminimalisir kesenjangan antara tingkat layanan dengan harapan masyarakat dengan praktek penyelenggaraan layanan pun;ik yang ada. Kinerja organisasilayanan publik harus diukur dari outcome-nya, karena outcome merupakan variabel kinerja yang mewakili misi organisasi dan aktivitas oprasional, baik aspek keuangan dan nonkeuangan.
      Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan atau pun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, utlilitas, dan lainnya. Berbagai gerakan reformasi publik (public reform) yang dialami negara-negara maju pada awal tahun 1990-an banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah.

1.2 Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis memiliki tujuan sebagai berikut.
1.      Mengetahui tentang Kedudukan dan peranan Pemerintah
2.      Memahami upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik

1.3 Rumusan Masalah
Penulis mengambil masalah ini dengan rumusan masalah sebagai berikut.
1.      Bagaimana kedudukan dan peran pemerintah dalam memperbaiki pelayanan publik
2.      Apa saja upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik





BAB II
PEMBAHASAN


2.1. Kedudukan Pemerintah
Kedudukan pemerintah dalam peningkatan kualitas pelayanan publik sangatlah penting. Dalam pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah pusat memiliki tiga fungsi kedudukan yaitu sebagai berikut.
a.       Fungsi Pelayanan
Fungsi pelayanan dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara tidak diskriminatif dan tidak memberatkan serta dengan kualitas yang sama. Dalam pelaksanaan fungsi ini pemerintah tidak memberatkan serta tidak pilih kasih dan semua orang memiliki hak sama yaitu hak untuk dilayani, dihormati, diakui, diberi kesempatan (kepercayaan), dan sebagainya.
b.      Fungsi Pengaturan
Fungsi pengaturan memberikan penekanan bahwa peraturan tidak hanya kepada rakyat, tetapi juga kepada pemerintah sendiri. Artinya dalam membuat kebijakan lebih dinamis yang mengatur kehidupan masyarakat. Jadi, fungsi pemerintah adalah mengatur dan memberikan perlindungan kepada maysarakat dalam menjalankan hidupnya sebagai warga negara.
c.       Fungsi Pemberdayaan
Fungsi pemberdayaan dijalankan pemerintah dalam rangka pemberdayaan masyarakat. masyarakat tahu, sadar diri, dan mampu memilih alternatif yang baik untuk mengatasi atau meyelesaikan persoalan yang dihadapinya. Pemerintah dalam fungsi ini hanya sebagai fasilitator dan motivator untuk membeantu masyarakat menemukan jalan keluar dalam menghadapi setiap persoalan hidup.

Tiga fungsi diatas mencerminkan bahwa kedudukan pemerintah dalam pelayanan publik sangatlah vital dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar proses pelayanan publik dapat berjalan semaksimal mungkin.

2.2 Azas – azas dalam pelayanan publik
Sebagaimana dicantumkan dalam Pasal 4 Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, bahwa dalam rangka upaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat terdapat asas- asas yang harus dijadikan pedoman dalam pelayanan publik oleh aparat pemerintah, diantaranya:


Full version ( + Kasus dan Solusi) download disini: Download

Sabtu, 30 Juni 2018


ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN TEKNOLOGI

MAKALAH

ILMU ALAMIAH DASAR



DAFTAR ISI


Kata pengantar
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Rumusan Masalah
BAB II PEMBAHASAN
2.1.Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi
2.2. Implementasi IPA dalam perkembangan IPTEK
2.3. IPTEK Masa Depan
2.4. Bioteknologi
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA






 

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang masalah
Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science), merupakan pengetahuan yang mengkaji mengenai gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang essensial saja. Pada pembahasan kali ini kami akan membahas Ilmu Alamiah Dasar secara lebih spesisfik lagi, yaitu pembahasan mengenai Implementasi Ilmu Pengetahuan Alam dalam Perkembangan Teknologi.
Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Meskipun ada dampak negatifnya atau kelemahan dari kemajuan IPTEK. Namun hal ini seolah diabaikan oleh manusia, faktanya tidak dipungkiri lagi IPTEK dikembangkan setiap waktu.

B.     Rumusan masalah
1.      Bagaimana implementasi IPA dalam perkembangan IPTEK?
2.      Bagaimana pengaruh IPTEK bagi Masa depan?
3.      Apakah pengertian dari bioteknologi?

C.    Tujuan penulisan
Tujuan pembuatan makalah ini dilaksanakan oleh para mahasiswa yang memiliki tujuan dan maksud tertentu. Adapun tujuan kami ialah:
Menuntaskan tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar.
Untuk mengetahui tentang pokok-pokok bahasan dalam rumusan masalah

Versi Full silahkan download disini : Download

Kamis, 19 April 2018


KOP
 


SURAT PERNYATAAN
No. 420/.............................................



Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama                                     
NIP                                         
Tempat, Tanggal Lahir             
Jabatan                                   : Kepala Sekolah
Nama Sekolah                        : 
Alamat Sekolah                       :

Menyatakan dan menetapkan untuk memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) Untuk Kelas 2,3,5,6 dan Kurikulum 2013 untuk Kelas 1 dan 4 pada Tahun Pelajaran 2017/2018
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya, agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.


                                                                             Nusa Jaya, 19 April 2018
                                                                                    Kepala Sekolah






                                                                                       _______________                                                                                                                                       NIP. ....................................



Ketika saya mengunduh format file surat pernyataan kepala sekolah yang disediakan oleh sispena tidak bisa dibuka secara normal. Apabila anda mengalami hal yang sama, anda bisa menggunakan format surat dibawah ini.


Yang bertanda tangan di bawah ini,


Nama                :   ..................................................

Nama sekolah/madrasah  :   ..................................................

NPSN                   :   ..................................................

Alamat sekolah/madrasah:   ..................................................



Dengan ini menyatakan bahwa:

• Data yang diberikan dalam dokumen ini adalah benar dan sesuai dengan keadaan sesungguhnya.
• Saya bertanggung jawab atas jawaban dan pernyataan yang diberikan dalam dokumen ini.
• Apabila Data Isian Akreditasi tidak sesuai dengan keadaan sesungguhnya dengan tujuan memperoleh penilaian yang lebih baik, maka kami bersedia tidak dilakukan akreditasi dan/atau menerima sanksi lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan penuh rasa tanggung jawab.


Pernyataan ini dibuat pada tanggal 19 April 2018
Di .............................
Kepala sekolah/madrasah,



Materai Rp.6000,-


(........................)
NIP. ..............................

Tanggal

Statistik

Popular Posts