BAB. I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Tema pemikiran-pemikiran keynes
dipilih selain untuk memenuhi syarat pemenuhan tugas perkuliahan, juga sebagai
sarana agar meningkatkan wawasan mengenai sejarah-sejarah pemikiran keynes yang
tentunya sebagai materi perkuliahan yang dibagi dalam bentuk kelompok.
1.2 Rumusan masalah
A. Apa saja karya-karya keynes ?
B. Bagaimana Kritikan Keynes Terhadap teori
Klasik ?
C. Bagaimana Peran pemerintah dalam
perekonomian saat ini (keynes) ?
1.3 Tujuan makalah
Untuk menambah wawasan mengenai teori
teori keynes dan sebagai pelengkap tugas perkuliahan.
BAB.II
PEMBAHASAN
2.1 Karya-karya keynes
Keynes, tahun1913 menulis: indian
currency and finance, yang memperlihatkan ketertarikan pada masalah moneter.
Tulisan berikutnya tahun 1919 ia menulis tentang : A revision of the treaty.
Kedua buku tersebut berdasarkan pengalaman dalam delegasi perdamaian Versailles
(perdamaian untuk mengakhiri perang dunia I).
Dalam buku the economic
consequences of the peace keynes mengkritik cara yang digunakan pihak pemenang
PD I (Amerika, Inggris, dan Prancis) untuk menekan negara yang kalah (Jerman)
dengan mensyaratkan pembayaran hutang yang berat. Keynes meramalkan bahwa
tindakan tersebut akan menimbulkan kemarahan dan dendam dari negara jerman.
Ramalan itu terbukti dengan diprakarsainya PD II oleh Jerman sebagai bentuk
wujud balas dendam.
Tahun berikutnya ia menulis: A
track on monetary reform, yang berisi keperihatinanya tentang perubahan daya
beli uang. Tulisanya yang lain adalah A treatis of money (risalah uang) yang
terbit tahun 1930. Buku ini terbit dalam dua volume, peran yang pertama
menyajikan tentang arti dan peran uang dalam perekonomian murni sedangkan
volume kedua membahas penerapanya dalam perekonomian.
Pada tahun 1936, keynes menerbitkan
bukunya yang paling terkenal: the general teory of Employment, interest, and
money. Dalam buku itu diungkapkan bahwa penghasilan dan peluang/lowongan kerja
itu ditentukan oleh jumlah pengeluaran swasta dan negara. Pendapat ini dinilai
para ahli ekonomi dunia sebagai suatu penyimpangan dan tradisi Neo-Klasik dan
akhirnya menciptakan mazhab baru, mazhab ekonomi moderen yang bisa disebut dengan
mazhab Keynes.
Selain buku-bukunya itu, keynes
juga menerbitkan buku hasil pemikiranya berjudul: how to pay for the war. Dalam bukunya itu
keynes mengutarakan tentang tindakan atau cara untuk menghindari terjadinya
inflasi pada zaman perang yakni dengan jalan tabungan paksa atau tabungan
penangguhan.
Ini semua membuat keynes menjadi
terkenal sebagai salah satu tokoh ekonomi dunia. Sampai saat ini, teori-teori
sampai buku-bukunya masih dipakai sampai saat ini oleh masyarakat dunia yang
ingin mempelajari perkembanganekonomi sejak zaman dahulu sampai sekarang
karena hal ini sangat penting bagi kita
yang ingin mempelajari sejarah dan perkembangan ekonomi.
Inti pokok
pemikiran keynes
Pada hakikatnya, konsep teori
Keynes dapat dipandang sebagai suatu teori tentang pendapatan dan kesempatan
kerja. Inti pokok dalam sistem pemikiran dan konsep Keynes terdiri dari
berbagai faktor penting, yaitu:
a.
Hasrat berkonsumsi (propensity to consume)
Pendapatan
total agregat sama dengan konsumsi total agregat ditambah investasi total
agregat. Tingkat konsumsi bergantung pada hasrat seseorang untuk berkonsumsi,
yang merupakan fungsi dari pendapatan. Begitu juga dengan tabungan, karena
tabungan adalah sisa bagian dari pendapatan yang tidak digunakan untuk
berkonsumsi.
b.
Tingkat bunga (interest) yang
memiliki kaitan dengan dengan preferensi likuiditas (liquidity preference)
Tingkat bunga menurut Keynes
bukanlah pencerminan dari penawaran tabungan dan permintaan investasi,
melainkan tingkat bunga merupakan variabel bebas (independent) dari kedua hal
tersebut. Tingkat tabungan adalah suatu fenomena moneter yang tergantung dari
keinginan orang menahan tabungannya dalam bentuk dana likuiditas. Sehingga
tingkat bunga tergantung dari preferensi likuiditas.
c.
Efisiensi marginal dari investasi
modal (marginal efficiency of capital)
Tingkat investasi ditentukan oleh
efisiensi marginal dari investasi modal, yang dipengaruhi oleh ekspektasi
investor tentang laba yang akan diperoleh di masa depan dari investasi modal
yang bersangkutan. Jelaslah bahwa ekspektasi tersebut adalah yang positif dan
menguntungkan investor itu.
d.
Preferensi Likuiditas (Liquidity
Preference)
Pada saat masa aliran
monetarisme, timbul pertanyaan mengenai demand for money dan supply of money.
Pertanyaan ini dijawab oleh Keynes dengan teorinya, liqudity preference, yang
menjelaskan tentang bagaimana tingkat bunga ditentukan dalam jangka pendek dan
tingkat bunga tersebut disesuaikan untuk menyeimbangkan demand for money dan
supply of money.
Teori ini menegaskan bahwa
tingkat bunga adalah salah satu determinan dari berapa banyak uang yang ingin
dipegang orang, alasannya karena tingkat bunga merupakan opportunity cost dari
memegang uang. Ada tiga motif orang yang memegang uang: Motif transaksi, motif
berjaga-jaga, dan motif spekulasi.
e.
Tentang Upah
Kaum klasik mengatakan bahwa
pengangguran tinggi karena upah yang kaku (wage rigidity), yang disebababkan
oleh adanya aturan upah minimum (minimum wage), kontrak kerja, dan serikat
pekerja (labor union).
Keynes menolak semua pendapat
klasik yang di atas. Keynes berpendapat bahwa upah nominal lah yang mengikat
pekerja dan menyebabkan pengangguran. Sehingga untuk menurunkan pengangguran,
solusinya adalah menurunkan upah riil dengan cara menurunkan upah nominal lebih
besar dari tingkat inflasi.
f.
Tentang Tabungan (Saving)
Menurut Keynes, tingkat saving
harus lebih tinggi dari plan investmen. Tapi juga tidak baik kalau tingkat
saving-nya itu berlebihan, karena akan berdampak pada terjadinya resesi perekonomian
bahkan terjadi depresi.
2.2 Pokok-Pokok
Ajaran Keynes
Inti pokok dari ajaran Keynes
adalah sebagai berikut :
1. Pendapatan total tergantung dari volume
kesempatan kerja total
2. Kecenderungan untuk berkonsumsi ( propensiti
to Consume = PTC ), dimana jumlah pengeluaran untuk konsumsi tergantung pada
tingkat pendatan, demikian halnya pada kesempatan kerja total.
3. Kesempatan kerja total tergantung pada
permintaan efektif total (D), yang terdiri dari dua bagian yaitu : (a)
pengeluaran untuk Konsumsi (D1) dan (b) pengeluaran untuk inventasi (D2),
Sehingga : D = D1
+ D2
4. Dalam keadaan keseimbangan (equilibrium)
permintaan total (aggregate demand = D) sama dengan aggregate supply = Z).
jika : D
= D1 + D2
atau D2 = D –
D1
Maka
: D
= Z, sehingga
D2 = Z –
D1
5. Dalam keadaan keseimbangan (equilibrium),
penawaran total sama dengan permintaan total dan permintaan total dideterminasi oleh kecendrungan untuk mengkonsumsi
(PTC) dan volume inventesi. Dengan demikian, maka volume kesempatan kerja
tergantung pada : (a) fungsi penawaran total (aggregate supply function), (b)
kecendrungan untuk berkonsumsi (the propensity to consume), dan (c) volume
investasi
6. Fungsi penawaran total tergantung pada
kondisi-kondisi fisik penawaran dan kecenderungan untuk berkonsumsi adalah
relatif stabil dan oleh karenanya fluktuasi-fluktuasi pada kesempatan kerja
terutama tergantung pada volume inventasi.
7. Volume inventasi tergantung pada : (a)
efisiensi marginal modal atau marginal
efficency of capital = MEC, dan (b) suku
bunga (interest).
8. Efisiensi marginal modal tergantung pada :
(a) harapan tentang hasil laba, dan (b) biaya pengganti aktiva modal.
9. Suku bunga tegantung pada : (a) jumlah uang,
dan (b) keadaan preferensi likuiditas.
2.3 Kritikan Keynes Terhadap teori Klasik
Kaum klasik percaya bahwa
perekonomian yang dilandaskan pada mekanisme pasar akan mencapai keseimbangan,
sehingga kegiatan produksi akan menciptakan daya beli terhadap produksi yang
dihasilkan. Daya beli itu diperoleh atas balas jasa untuk faktor-faktor
produksi seperti upah, suku bunga, sewa tanah, dan balas atas faktor produksi
lainya. Pendapatan yang diperoleh akan seluruhnya dibelanjakan.
Dalam posisi tidak terjadi
kelebihan maupun kekurangan permintaan. Walaupun terjadi hanya bersifat
sementara karena akan ada tanga tak kentara yang membawa perekonomian kembali
pada posisi keseimbangan. Semua tenaga kerja terserap secara penuh (fully
employed). Kalau ada yang tidak bekerja, mereka menerima perkerjaan walau
dengan gaji/upah rendah daripada mereka menganggur dan tidak memperoleh
pendapatan. Hal ini mendorong perusahaan mempekerjakan mereka lebih banyak.
Teori J.B say yang menekan bahwa
setiap penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri dikeritik oleh keynes
sebagai salah satu yang keliru. Dalam kenyataan biasanya permintaan lebih kecil
dari penawaran dan tidak semua pendapatan itu dibelanjakan melainkan juga
dijadikan sebagai Saving. Hal ini berarti jumlah konsumsi lebih kecil dari
pendapatan dimana tidak semua priduksi diserap masyarakat. Terbukti pada tahun
1992- 1930 saat terjadi kelebihan produksi dalam jumlah besar sedangkan daya beli masyarakat yang
terbatas. Hal ini menyebabkan banyak perusahaan yang mengurangi jumlah
produksinya dengan mengurangi jumlah pekerja.
a.
Kritikan mengenai jumlah tabungan
dan investasi
Pendapat klasik bahwa jumlah
tabungan akan selalu sama dengan jumlah investsi dibantah keynes. Alasannya
perilaku rumah tangga menabung berbeda dengan perilaku investor.pengusaha atau
ivestor melakukan investasi didorong oleh keinginan untuk mendapatkan laba
sedangkan sektor rumah tangga melakukan penabungan didorong oleh berbagai motif
yag berbeda seperti motif berjaga-jaga.
b.
Kritikan keynes mengenai
ful-employment
Keynes berpendapat bahwa tidak
ada mekanisme penyesuaian otomatis yang menjamin bahwa perekonomian akan
mencapai keseimbanga pada tingkat penggunaan kerja penuh (full-employment) hal
tersebut yang dibantah Keynes bahwa
analisis kaum klasik yang semacam itu yang mana
didasarkan pada pengandaian-pengandaian yang keliru dengan kenyataan
dalam kehidupansehari-hari.
c.
Kritikan
keynes terhadap teori klasik
Kaum klasik percaya bahwa perekonomian
yang dilandaskan pada kekuatan mekanisme pasar akan selalu menuju keseimbangan.
Dalam posisi keseimbangan, kegiatan produksi secara otomatis akan menciptakan
daya beli untuk membeli barag-barang yang dihasilkan. Hal tersebut yang
dibantah oleh keynes karena biasanya permintaan lebih kecil dari penawaran,
sebagian dari pendapatan yang diterima masyarakat akan ditabung untuk spekulasi
dan tidak semuanya untuk dikonsumsi.
Hal ini menyebabkan tingkat
pengangguran dalam jumlah besar dan penurunan pendapatan masyarakat secara
drastis. Puncaknya kemerosotan ekonomi terjadi pada tahun 30-an dimana hampir
seluruh negara-negara produksi mengalami depresiasi secara besar-besaran.
Hal ini menyebabkan bahwa ada orang
yang dengan teori klasik dan neo-klasik. Menurut Keynes, teori say hanya
berlaku untuk perekonomian tertutup sederhana yang terdiri dari sektor rumah tangga dan perusahaan saja.
Namun perekonomian masyarakat maju yang telah mengenal tabungan maka sebagian
pendapatan akan ditabung sehingga arus pengeluaran tidak sama denga jumlah
pendapatan yang dirumuskan dalam bentuk Yd-C=S.
Pendapat keynes tersebut dibantah
oleh kau klasik dengan dalih bahwa tabungan tersebut akan dihimpun oleh lembaga
keuangan dan akan disalurkan pada investor sehingga tabungan akan selalu sama
denga investasi. Dengan demikian investasi akan menyebabkan keseimbangan
kembali terwujud.
Keynes membantah pandangan klasik
tersebut karena motif orang menabung tidak sama dengan motif orang
berinvestasi. Pengusaha berinvestasi dengan motif memperoleh keuntungan
sedangkan rumah tangga menabung dengan motif beragam salah satunya untuk
berjaga-jaga, misalnya untuk menghadapi kecelakaan. Perbedaan motif ini
menyebabkan jumlah tabungan tidak sama dengan jumlah investasi. Kalaupun
jumlahnya sama itu hanya kebetulan bukannya keharusan.
Keynes juga mengkritik pandangan
kaum klasik yang mengatakan full employment akan selalu tercapai. Dalam
kenyataannya pasar tenaga kerja tidak selamanya tercapai full employment.
Dimanapun para pekerja mempunyai serikat kerja yang selalu memperjuangkan
kepentingan buruh dari penurunan tingkat upah. Yang berarti tidak semua buruh
akan bersedia bekerja pada tingkat upah yang ditawarkan perusahaan.
Bila tingkat upah diturunkan maka
pendaptan masyarakat akan turun sehingga daya beli dan konsumsi terhadap produk
yang dihasilkan berkurang. Akhirnya akan mendorong turunnya harga-harga. Kalau
harga-harga turun, maka produktifitas tenaga kerja juga menurun. Hal ini akan
menyababkan perusahaan melakukan raionalisasi untuk menghemat biaya produksi
dengan memberhentikan sebagian karyawan. Maka pengangguran tingkat akan semakin
besar (tidak terjadi full employment).
2.4 Peran pemerintah dalam perekonomian saat ini
(keynes)
Dari hasil pengamatan tentang
depresi ekonomi maka Keynes merekomendasikan agar perekonomian tidak diserahkan
begitu saja pada mekanisme pasar. Hingga batas tertentu peran pemerintah justru
diperlukan. Misalnya kalau terjadi pengangguran maka pemerintah bisa
memperbesar pengeluarannya untuk proyek-proyek padat karya sehingga sebagian
pengangguran mendapat pekerjaan yang akhirnya akan menambah pendapatan
masyarakat. Dan jika harga-harg naik dengan cepat, maka pemerintah dapat
menarik jumlah uang yang beredar dengan mengenakan pajak yang lebih tinggi
sehingga inflasi tinggi tidak akan terjadi.
Dari berbagai kebijaksanaan yang
diambil, Keynes lebih mengandalkan kebijakan fiskal karena pemerintah dapat
mempengaruhi jalannya perekonomian dengan menyuntikkan dana berupa pengeluaran
pemerintah untuk proyek yang mampu menyerap tenaga kerja. Terutama dalam
kondisi dimana sumber-sumber daya belum diserap secara penuh, kebijaksanaan ini
sangat ampuh untuk meninggkatkan output dan memberantas pengangguran.
Keynes menganggap campur tangan
pemerintah merupakan keharusan terutama disaat perekonomian berjalan tidak
sesuai seperti yang diharapkan. Dengan kata lain pemerintah bertanggung jawab
sebagai pengendali jalannya perekonomian sehingga dapat berjalan sesuai dengan
keinginan.
Pokok-pokok pikiran Keynes tersebut
di atas membawa beberapa pembaruan radikal dalam ilmu ekonomi. Yang pertama,
mulai diperhatikannya dimensi global atau agregat (makro) dalam analisis ilmu
ekonomi. Dengan demikian ilmu ekonomi telah berkembang menjadi ilmu ekonomi
makro. Kedua, dimasukkannya peranan pemerintah dalam analisis ilmu ekonomi
telah menimbulkan pentingnya peranan analisis kebijakan (policies analysis).
Ketiga, dengan dirasa perlunya analisis kebijakan, maka dirasakan perlunya
studi-studi empiric. Dengan demikian terjadi perubahan/penyempurnaan metodologi
dalam analisis ekonomi, dari hanya mengandalkan metode deduktif menjadi juga
menggunakan metode induktif. Tidak berlebihan jika Keynes dihormati sebagai
bapak ilmu ekonomi makro, sekaligus ekonom perintis studi induktif.
Keynes dan pengikutnya
berpendapat bahwa pemerintah seharusnya melakukan intervensi melalui
kebijaksanaan fiskal dan moneter untuk mendorong kesempatan kerja penuh,
stabilitas harga, dan pertumbuhan ekonomi. Mereka menyarankan, untuk memerangi
depresi dan resesi ekonomi, seharusnya dilakukan dengan cara meningkatkan
belanja pemerintah atau mengurangi pajak yang dapat menambah belanja konsumsi
sektor swasta. Mereka juga menyarankan agar penguasa moneter menambah pasokan
uang untuk menurunkan suku bunga dengan harapan agar kebijaksanaan itu mampu
mendukung investasi. Untuk menghadapi inflasi yang disebabkan oleh permintaan
keseluruhan yang berlebihan, pemerintah sebaiknya mengurangi belanja,
meningkatkan pajak untuk mengurangi belanja konsumsi sektor swasta, atau
mengurangi pasokan uang untuk meningkatkan suku bunga, yang akan dapat meredam
belanja investasi berlebihan (Sastradipoera, 2007: 247).
BAB.III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan
diatas dapat disimpulkan bahwa:
Keynes
dikenal dengan jumlah hasil karya yang begitu banyak dan dari semua hasil
karyanya ada salah satu yang sangat terkenal dimasyarakat dunia yaitu : The
General Theory of Employment, Interest, and Money.
Keynes tidak sepakat dengan teori
klasik yang menciptakan permintaanya sendiri, karena menurut pandangan keynes
permintaan selalu lebih kecil daripada penawaran, oleh karena itu keynes
membantah teori Klasik.
Keynes merupakan salah satu bapak
ilmu ekonomi makro yang mencetuskan bahwa peran pemerintah sangat perlu dalam
perekonomian.
3.2 Saran-saran.
Agar lebih mengerti tentang teori
Keynesian maka perlu dipelajari lebih dalam pendekatan teori ini dengan
penggunaan rumus matematis dan grafis dimana Keynes mengutarakan permasalahan
pasar uang dan pasar tenaga kerja tersebut. Hal ini bertujuan untuk
membandingkan pandangan Keynes dengan pandangan klasik dan neo-klasik
sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.philosophyresearcher.com/2013/12/pengantar-menuju-pemikiran-john-maynard.html
(peran pemerintah dalam perekonomian saat ini keynes) diposting oleh Banin D.
Sukmono.
http://srisarmitaworld.blogspot.co.id/2013/11/makalah-pemikiran-pemikiran-ekonomi_21.html
(karya-karya keynes) diposting oleh Deliarnov. 2007. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Jakarta: PT
Raja Grafindo.
https://id.wikipedia.org/wiki/John_Maynard_Keynes
(profil lengkap JM keynes) diposting oleh WIKIPEDIA
FILE bisa download di sini
Admin
0 komentar:
Posting Komentar