BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di dalam kehidupan
praktis sehari-hari, manusia bergerak di dalam dunia yang telah diselubungi
dengan penafsiran-penafsiran dan kategori-kategori ilmu pengetahuan dan filsafat.
Penafsiran-penafsiran itu seringkali diwarnai oleh kepentingan-kepentingan,
situasi-situasi kehidupan dan kebiasaan-kebiasaan, sehingga ia telah melupakan
dunia apa adanya, dunia kehidupan yang murni, tempatberpijaknya segala bentuk
penafsiran.
Filsafat ilmu ekonomi
meliputi pembahasan tentang aspek konseptual, metodologi, dan etika yang
berkaitan dengan disiplin ilmu ekonomi (Hausman, 2008;Caldwell, 1993). Fokus
utamanya adalah aspek metodologi dan epistemologi yang meliputi metode, konsep,
dan teori yang dibangun oleh para ekonom untuk sampai pada yang disebut
“science” tentang proses ekonomi. Filsafat ekonomi juga berkaitan dengan
bagaimana nilai-nilai etika menjadi bagian argumentasi dalam ilmu ekonomi
seperti kesejahteraan, keadilan, dan adanya trade-off diantara pilihan-pilihan
yang tersedia. Pertanyaan yang selanjutnya mengemuka adalah apakah dimensi
filsafat ilmu ekonomi tersebut menghasilkan pengetahuan empiris yang menjadi
dasar teoritis ilmu ekonomi sehingga dapat diklaim bahwa filsafat ekonomi
adalah bagian integral dari filsafat ilmu pengetahuan. Pembahasan tentang
pertanyaan ini telah berlangsung lama dan menimbulkan banyak perdebatan di
kalangan ekonom dan filosof hingga saat ini.
Ruang lingkup
pembahasan Ilmu Ekonomi menyangkut persoalan yang berkaitan dengan
persoalan-persoalan yang berhubungan langsung dengan prilaku dan perbuatan
manusia dalam usaha mencapai mencapai kemakmuran jasmani. Akan tetapi karena
kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan sumber daya yang ada terbatas maka
terjadi kelangkaan, kelangkaan ini yang perlu diatasi agar tidak terjadi
gesekan-gesekan dalam tatanan kehidupan masyarakat.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sejarah
Perkembangan Ilmu Ekonomi
2. Bagaimana
Pemikiran Tokoh-Tokoh Filusuf Ekonomi
3. Bagaimana teori
ilmu ekonomi makro
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan
makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui
sejarah perkembangan ilmu ekonomi
2. Untuk mengetahui
dan menjelaskan mengenai metode keilmuan ilmu ekonomi
1
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah dan Perkembangan Ilmu Ekonomi
Ekonomi adalah ilmu
yang mempelajari tingkah laku manusiadalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan
memanfaatkan sumber daya yang ada. Ekonomi berasal dari bahasa Yunani
Oikonomia, secara epitomologis kata Oikos yang berarti “keluarga, rumah tangga”
dan νόµος (nomos), yang berarti “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis
besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.”
Ilmu ekonomi tidak
secara mendadak diciptakan begitu saja, namun ilmu ini berkembang melalui suatu
proses panjang. Baru mulai pada 1776 ilmu ekonomi dianggap sebagai satu
disiplin ilmu baru, tepatnya semenjak Adam Smith yang merupakan seorang ahli
ekonomi menulis sebuah buku yang berjudul “An Inguiry Into The Mature and
Causes of the Wealth of Nations”.
Sejak itulah oleh para ahli ilmu
ekonomi, Adam Smith disebut sebagai bapak Ilmu Ekonomi. Sebenarnya, ekonomi
sendiri ditelaah dan sudah mulai dipelajari orang semenjak 350 SM, atau sejak
zaman filosof terkenal Aristoteles. Hanya saja pada waktu itu penelaahan
ekonomi lebih bersifat filosofis, atau masih dipelajari pada tingkat yang
sangat dasar. Selanjutnya, penelaahan ekonomi diusahakan untuk lebih
dikembangkan lagi pada tahun 1270 oleh Thomas Aquino dengan penambahan beberapa
pemikiran di dalamnya.
Kemudian di tahun
1758, Francois Quesnay coba menjelaskannya lebih jauh, kendati demikian
perkembangan ilmu ekonomi saat itu belum sampai pada pembentukan disiplin ilmu
ekonomi yang sesungguhnya. Di zaman ini, ekonomi lebih dikenal dengan sebutan
fisiokrat.
Barulah di tahun 1776, muncul
tokoh baru bernama Adam Smith yang berhasil mengangkat penelaahan ekonomi
sebagai suatu disiplin ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi semenjak saat itu dirasa
memberikan banyak manfaat oleh manusia di dalam usaha mereka untuk meningkatkan
tujuan hidup. Jadi, bisa dibilang perjalanan ilmu ekonomi sendiri melewati
berbagai proses dan masa yang sangat panjang.
Seperti kita ketahui
bahwa ilmu ekonomi akan senantiasa berkembang terus, gagasan Adam Smith
tersebut kemudian menjadi dasar bagi para ahli ekonomi selanjutnya, seperti
Thomas Malthus, David Ricardo, dan John Stuart Mill. Mereka disebut juga dengan
ahli ekonomi klasik. Tradisi klasik ini lalu diteruskan dan dikembangkan oleh
mazhab Austria, dengan beberapa tokoh yang termasuk di antaranya Leon Walras,
dan Alfred Marshall pada tahun 1890-an.
Tradisi ekonomi
klasik inilah yang menjadi embrio dari perkembangan bagian teori ekonomi yang
sekarang ini dikenal dengan Ekonomi Makro.
2
Perkembangan ilmu ekonomi
dari Adam Smith merupakan sisi lain yang berkembang dari pendapat Karl Marx dan
dianut oleh Negara-negara yang menganut ideologi sosialis-komunis. Barulah
kemudian berkembang lagi dan yang timbul belakangan di Negara-negara yang
menganut ideologi ekonomi liberal. Namun, pengertian tentang tradisi klasik
yang menjadi sumber dari teori ekonomi mikro perlu benar-benar dicamkan kembali
sebab pasti masih akan sering dijumpai. Depresi ekonomi yang terjadi pada tahun
1930-an melahirkan ahli ekonomi baru, yaitu John Maynard Keynes, dengan bukunya yang sangat terkenal : General
Theory of Employment, Interest and Money yang menjadi dasar bagi perkembangan
teori ekonomi Makro. Jadi perkembangan ekonomi Makro dimulai setelah terbitnya
buku tersebut, berbeda dengan kelompok Klasik (yang mendasarkan pada bekerjanya
mekanisme pasar), maka Keynes mendasarkan pada campur tangan pemerintah dalam
kegiatan ekonomi.
Perkembangan keadaan
ekonomi yang pesat dan rumit menumbuhkan beberapa masalah yang tidak dapat
dipecahkan oleh alat-alat yang sudah dikembangkan oleh Klasik maupun Keynes,
seperti masalah stagflasi, ketidakpastian masa depan, dinamika ekonomi, dsb.
Karena itu sesudah Keynes berkembanglah bebrapa tunas-tunas baru yang tidak
sepenuhnya Klasik atau Keynesian seperti kelompok Post keynesian Economist
kelompok Monetarists, kelompok Rational
Exceptations serta kelompok yang menyangkut kebijakan ekonomi seperti
kelompok Supply Side Economits.Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi
dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi dan
makroekonomi.
Secara kronologis, perkembangan
ilmu ekonomi seiring dengan munculnya para filosof ekonomi mulai dari mashab
pra klasik, klasik, neo klasik, sosialis, keynesian dan perekonomian masa kini.
1.
Filsafat Ekonomi Pra Klasik
a. Kaum Markantilisme
Dasar pememikiran
bagi kaum merkantilisme adalah bahwa suatu neraca perdagangan aktif dapat
menyebabkan mengalirnya kas ke dalam negeri sebagai syarat utama usaha,
sehingga dapat menyebabkan kemakmuran nasional. Pandangan ini adalah dasar bagi
suatu politik perniagaan protesionistik
b. Kaum Fisiokrat
Pemikiran para kaum
fisiokrat mengatakan bahwa sumber segala kemakmuran terletak dalam bidang
pertanian
2. Filsafat Ekonomi Klasik
Fokus okonomi pada mashab
klasik adalah liberalasasi, yakni
berdasarkan diri atas dalil bahwa sesuatu perekonomian yang berkembang dengan
bebas merupakan syarat terbaik bagi suatu perkembangan kemakmuran yang
menguntungkan.
3
3. Filsafat Ekonomi Neo klasik
Kurun waktu tentang aktifitas ekonomi neo
klasik sekitar akhir abad ke-19. Tokoh-tokoh pemikir ataupun para filosof
terkenal pada mashab ekonomi neo klasik adalah Leon Warlas dan Alfred Marshall.
a. Filosof Leon
Warlas
b. Filosof Alfred
Marshall
Pemikir ekonomi neo klasik Alfred
Marshal dikenal pula sebagai pendiri Mashab Anglo Amerika.
4. Filsafat Ekonomi Kaum Sosialism
Para pemikir kaum Utopis (seperti
Edward Bellamy) beranggapan bahwa satu-satunya pemecahan masalah kemiskinan
terletak pada usaha untuk merombak organisasi ekonomi secara total
5. Filsafat Ekonomi John
Maynard Keynes
a. Pokok-Pokok Ajaran Keynes
Inti pokok dari
ajaran Keynes adalah sebagai berikut :
1. Pendapatan total tergantung dari volume
kesempatan kerja total
2. Kecenderungan untuk berkonsumsi ( propensiti
to Consume = PTC ), dimana jumlah pengeluaran untuk konsumsi tergantung pada
tingkat pendatan, demikian halnya pada kesempatan kerja total.
3. Kesempatan kerja total tergantung pada
permintaan efektif total (D), yang terdiri dari dua bagian yaitu : (a)
pengeluaran untuk Konsumsi (D1) dan (b) pengeluaran untuk inventasi (D2),
Sehingga : D = D1
+ D2
4. Dalam keadaan keseimbangan (equilibrium)
permintaan total (aggregate demand = D) sama dengan aggregate supply = Z).
jika : D
= D1 +
D2 atau D2
= D – D1
Maka
: D
= Z, sehingga
D2 = Z –
D1
5. Dalam keadaan keseimbangan (equilibrium),
penawaran total sama dengan permintaan total dan permintaan total dideterminasi oleh kecendrungan untuk
mengkonsumsi (PTC) dan volume inventesi. Dengan demikian, maka volume
kesempatan kerja tergantung pada : (a) fungsi penawaran total (aggregate supply
function), (b) kecendrungan untuk berkonsumsi (the propensity to consume), dan
(c) volume investasi
6. Fungsi penawaran total tergantung pada
kondisi-kondisi fisik penawaran dan kecenderungan untuk berkonsumsi adalah
relatif stabil dan oleh karenanya fluktuasi-fluktuasi pada kesempatan kerja
terutama tergantung pada volume inventasi.
4
7. Volume inventasi tergantung pada : (a)
efisiensi marginal modal atau marginal
efficency of capital = MEC, dan (b) suku
bunga (interest).
8. Efisiensi marginal modal tergantung pada :
(a) harapan tentang hasil laba, dan (b) biaya pengganti aktiva modal.
9. Suku bunga tegantung pada : (a) jumlah uang,
dan (b) keadaan preferensi likuiditas.
b. Kenynes versus klasik
Keynes
menganggap bahwa pengawasan sentral dan
pengawasan oleh negera (pemerintah) adalah perlu guna memperbaiki dan
mempertahankan kondisi tertetu yang umumnya diinginkan pada sebuah
perekonomian. pandangan tersebut mirip dengan kaum merkantilisme yang secara
singkat dapat dikatakan bahwa ekonomi Keynes merupakan persoalan politik atau
kebijakan.
Seperti
halnya kaum merkantilis ia menghendaki agar pemerintah memberikan perlindungan
secara intern dan ia menganjurkan agar diperlukan perpajakan guna memberikan
jaminan sosial bagi tenaga kerja tanpa menaikkan upah, sedangkan secara extern
ia menganjurkan perlunya tarif protektif guna meningkatkan kegiatan ekspor.
Teori
Keynes diasumsikan bahwa tendasi untuk mengadakan tabungan (saving) cenderung
menjadi lebih besar dengan tendisi untuk menginventasi. pada perokonomian
kapitalis yang maju, kesempatan inventasi dan perangsang untuk menginventasi
berbeda.
Variabel-variabel
makro ekonomi yang besar bagi Keynes adalah konsumsi total, investasi total dan
pendapatan total dalam suatu perekonomian. Formulasinya adalah sebagai berikut:
Konsumsi Total + Infestasi
Total =
Pendapatan total
( C +
I = Y )
Formulasi di atas
disebut sebagai model ekonomi tertutup sederhana dalam perkembangan ekonomi.
5
B. Teori Ekonomi Makro
Pada dasarnya teori
ekonomi makro adalah sebuah teori yang mempelajari dan mambahas tentang segala
peristiwa, fenomena atau masalh-masalah yang terkait dengan ekonomi secara
keseluruhan atau dalam ruang lingkup besar. Ekonomi makro juga merupakan bagian
dari ilmu ekonomi yang memfokuskan kajian terhadap mekanisme kerja perekonomian
suatu bangsa secara menyeluruh. Karena pada dasarnya ekonomi makro memiliki
tujuan untuk mengerti dan memahami peristiwa atau kejadian seputar perekonomian
dan berusaha untuk membuat suatu rumusan yang menjadi solusi untuk memperbaiki
kebijakan ekonomi yang ada. Selain itu dalam ekonomi makro ini ada beberapa
hubungan yang terjadi. Hubungan yang dibahas di dalamnya meliputi hubungan
antar variabel yang agregatif, adapun hubungan tersebut, antara lain :
a.
Tingkat
pendapatan nasional
b.
Konsumsi
yang dilakukan rumah tangga
c.
Investasi
nasional (pemerintah atau swasta)
d.
Tingkat
tabungan (institusi atau individu)
e.
Belanja
pemerintah (APBN atau APBD)
f.
Tingkat
harga (harga umum atau harga pasar)
g.
Jumlah
uang yang beredar dalam masyarakat.
h.
Tingkat
bunga yang didapat
i.
Kesempatan
kerja dan lapangan pekerjaan
j.
Neraca
pembayaran
k.
Ekspor
dan impor
Itulah beberapa
hubungan-hubungan yang dibahas dlm ekonomi mkro. Diharapkan dengan adanya
ekonomi makro bisa menemukan segala permasalahan atau mencari solusi atau
sebuah terobosan baru. Selain itu kita juga harus tahu ruang lingkup yang
dimiliki oleh ekonomi makro, meliputi :
Bagaimana peran permintaan dan
penawaran yang menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian.
Masalah-masalah besar yang sering
menimpa perekonomian, antara lain inflasi, pengangguran, korupsi dan lainnya. Perananan
dari kebijakan, peraturan yang merupakan usaha pemerintah dalam mengatasi
sebuah permasalahan perekonomian.
Kajian kajian yang
dibahas dalam ekonomi makro, ada beberapa aspek yang dikaji di dalamnya, antara
lain :
a.
Inflasi
(kenaikan harga)
b.
Pertumbuhan
ekonomi
c.
Tingkat
pengangguran
d.
Kerjasama
antar negara di dunia
e.
Perjalanan
siklus ekonomi
6
Pada dasarnya ekonomi
makro memiliki beberapa kebijakan sebagai landasan untuk mengatasi dan
menganalisis permasalahan-permasalahan ekonomi yang memiliki ruang lingkup
besar. Adapun kebijakannya antara lain:
a.
Kebijakan
fiskal
b.
Kebijakan
moneter
c.
Kebijakan
segi penawaran
d.
Itulah
beberapa kebijakan yang ada dalam ekonomi makro, kebijakan ini dibuat bukan
tanpa tujuan, tapi kebijakan ekonomi makro memiliki beberepa tujuan yakni :
e.
Menciptakan
kestabilan harga
f.
Memaksimalkan
tenaga kerja (SDM) dan output
g.
Menciptakan
pertumbuhan ekonomi
h.
Menguatkan
neraca pembayaran
i.
Meningkatkan
kapasitas produksi nasional
j.
Mendistribusi
pendapatan
7
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ekonomi adalah ilmu
yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan
memanfaatkan sumber daya yang ada.
Makro-ekonomi
meliputi berbagai konsep dan variabel, tetapi selalu ada tiga topik utama untuk
penelitian makro-ekonomi. Teori-teori makro-ekonomi biasanya terhubung dengan
fenomena keluaran, pengangguran dan inflasi. Di luar teori makro-ekonomi,
topik-topik tersebut juga sangatlah penting untuk semua agen ekonomi termasuk
pekerja, konsumen dan produsen.
Dari pembahasan di
atas dapat disimpulkan dalam sistem standar kertas, tidak ada proses otomatis
yang menstabilkan tingkat harga. Disini kaum klasik melihat satu-satunya
peranan makro pemerintah, yaitu mengendalikan jumlah uang beredar sesuai dengan
kebutuhan transaksi masyarakat.
Di dalam sistem standar emas, ada
mekanisme otomatis yang menjamin kestabilan harga. Disini peranan pemerintah
tidak dianggap perlu, sebab jumlah uang (emas) yang beredar akan otomatis
menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Keynes,
situasi makro suatu perekonomian ditentukan oleh apa yang terjadi dengan
permintaan agregat masyarakat apabila permintaan agregat melebihi penawaran
agregat (atau output yang dihasilkan) dalam periode tersebut, maka akan terjadi
situasi “kekurangan produksi”. Pada periode berikutnya output akan naik atau
harga akan naik, atau keduanya terjadi bersama-sama.
8
DAFTAR PUSTAKA
Hausman, D. and Michael S.
McPerson. Economic Analysis and Moral Philosophy,Cambridge Surveys of Economic
Literature. Cambridge University Press. NewYork
Acemoglu, D. Laibson, D. Lits,
JA. 2016. Micro Economic Global Edition.
Pearson Education Limited. Edinburgh Gate Harlow Essex CM20 2JE England.
Qamar, Nurul. 2009. Pengantar
Hukum Ekonomi. Pustaka Refleksi. Makassar.
Gilarso, T. 2004. Pengantar Ilmu
Ekonomi Macro Edisi Revisi. Kanisius, Yogyakarta55011.
Admin
0 komentar:
Posting Komentar