Selasa, 10 Desember 2019


BAB I
PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang
Di dalam kehidupan praktis sehari-hari, manusia bergerak di dalam dunia yang telah diselubungi dengan penafsiran-penafsiran dan kategori-kategori ilmu pengetahuan dan filsafat. Penafsiran-penafsiran itu seringkali diwarnai oleh kepentingan-kepentingan, situasi-situasi kehidupan dan kebiasaan-kebiasaan, sehingga ia telah melupakan dunia apa adanya, dunia kehidupan yang murni, tempatberpijaknya segala bentuk penafsiran.
Filsafat ilmu ekonomi meliputi pembahasan tentang aspek konseptual, metodologi, dan etika yang berkaitan dengan disiplin ilmu ekonomi (Hausman, 2008;Caldwell, 1993). Fokus utamanya adalah aspek metodologi dan epistemologi yang meliputi metode, konsep, dan teori yang dibangun oleh para ekonom untuk sampai pada yang disebut “science” tentang proses ekonomi. Filsafat ekonomi juga berkaitan dengan bagaimana nilai-nilai etika menjadi bagian argumentasi dalam ilmu ekonomi seperti kesejahteraan, keadilan, dan adanya trade-off diantara pilihan-pilihan yang tersedia. Pertanyaan yang selanjutnya mengemuka adalah apakah dimensi filsafat ilmu ekonomi tersebut menghasilkan pengetahuan empiris yang menjadi dasar teoritis ilmu ekonomi sehingga dapat diklaim bahwa filsafat ekonomi adalah bagian integral dari filsafat ilmu pengetahuan. Pembahasan tentang pertanyaan ini telah berlangsung lama dan menimbulkan banyak perdebatan di kalangan ekonom dan filosof hingga saat ini.
Ruang lingkup pembahasan Ilmu Ekonomi menyangkut persoalan yang berkaitan dengan persoalan-persoalan yang berhubungan langsung dengan prilaku dan perbuatan manusia dalam usaha mencapai mencapai kemakmuran jasmani. Akan tetapi karena kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan sumber daya yang ada terbatas maka terjadi kelangkaan, kelangkaan ini yang perlu diatasi agar tidak terjadi gesekan-gesekan dalam tatanan kehidupan masyarakat.   

B.     Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi
2. Bagaimana Pemikiran Tokoh-Tokoh Filusuf Ekonomi
3. Bagaimana teori ilmu ekonomi makro

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan ilmu ekonomi
2. Untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai metode keilmuan ilmu ekonomi
1
BAB II
PEMBAHASAN


A. Sejarah dan Perkembangan Ilmu Ekonomi
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusiadalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Ekonomi berasal dari bahasa Yunani Oikonomia, secara epitomologis kata Oikos yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόµος (nomos), yang berarti “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.”
Ilmu ekonomi tidak secara mendadak diciptakan begitu saja, namun ilmu ini berkembang melalui suatu proses panjang. Baru mulai pada 1776 ilmu ekonomi dianggap sebagai satu disiplin ilmu baru, tepatnya semenjak Adam Smith yang merupakan seorang ahli ekonomi menulis sebuah buku yang berjudul “An Inguiry Into The Mature and Causes of the Wealth of Nations”.
Sejak itulah oleh para ahli ilmu ekonomi, Adam Smith disebut sebagai bapak Ilmu Ekonomi. Sebenarnya, ekonomi sendiri ditelaah dan sudah mulai dipelajari orang semenjak 350 SM, atau sejak zaman filosof terkenal Aristoteles. Hanya saja pada waktu itu penelaahan ekonomi lebih bersifat filosofis, atau masih dipelajari pada tingkat yang sangat dasar. Selanjutnya, penelaahan ekonomi diusahakan untuk lebih dikembangkan lagi pada tahun 1270 oleh Thomas Aquino dengan penambahan beberapa pemikiran di dalamnya.
Kemudian di tahun 1758, Francois Quesnay coba menjelaskannya lebih jauh, kendati demikian perkembangan ilmu ekonomi saat itu belum sampai pada pembentukan disiplin ilmu ekonomi yang sesungguhnya. Di zaman ini, ekonomi lebih dikenal dengan sebutan fisiokrat.
Barulah di tahun 1776, muncul tokoh baru bernama Adam Smith yang berhasil mengangkat penelaahan ekonomi sebagai suatu disiplin ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi semenjak saat itu dirasa memberikan banyak manfaat oleh manusia di dalam usaha mereka untuk meningkatkan tujuan hidup. Jadi, bisa dibilang perjalanan ilmu ekonomi sendiri melewati berbagai proses dan masa yang sangat panjang.
Seperti kita ketahui bahwa ilmu ekonomi akan senantiasa berkembang terus, gagasan Adam Smith tersebut kemudian menjadi dasar bagi para ahli ekonomi selanjutnya, seperti Thomas Malthus, David Ricardo, dan John Stuart Mill. Mereka disebut juga dengan ahli ekonomi klasik. Tradisi klasik ini lalu diteruskan dan dikembangkan oleh mazhab Austria, dengan beberapa tokoh yang termasuk di antaranya Leon Walras, dan Alfred Marshall pada tahun 1890-an.
Tradisi ekonomi klasik inilah yang menjadi embrio dari perkembangan bagian teori ekonomi yang sekarang ini dikenal dengan Ekonomi Makro.
2
Perkembangan ilmu ekonomi dari Adam Smith merupakan sisi lain yang berkembang dari pendapat Karl Marx dan dianut oleh Negara-negara yang menganut ideologi sosialis-komunis. Barulah kemudian berkembang lagi dan yang timbul belakangan di Negara-negara yang menganut ideologi ekonomi liberal. Namun, pengertian tentang tradisi klasik yang menjadi sumber dari teori ekonomi mikro perlu benar-benar dicamkan kembali sebab pasti masih akan sering dijumpai. Depresi ekonomi yang terjadi pada tahun 1930-an melahirkan ahli ekonomi baru, yaitu John Maynard Keynes,  dengan bukunya yang sangat terkenal : General Theory of Employment, Interest and Money yang menjadi dasar bagi perkembangan teori ekonomi Makro. Jadi perkembangan ekonomi Makro dimulai setelah terbitnya buku tersebut, berbeda dengan kelompok Klasik (yang mendasarkan pada bekerjanya mekanisme pasar), maka Keynes mendasarkan pada campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
Perkembangan keadaan ekonomi yang pesat dan rumit menumbuhkan beberapa masalah yang tidak dapat dipecahkan oleh alat-alat yang sudah dikembangkan oleh Klasik maupun Keynes, seperti masalah stagflasi, ketidakpastian masa depan, dinamika ekonomi, dsb. Karena itu sesudah Keynes berkembanglah bebrapa tunas-tunas baru yang tidak sepenuhnya Klasik atau Keynesian seperti kelompok Post keynesian Economist kelompok Monetarists, kelompok Rational  Exceptations serta kelompok yang menyangkut kebijakan ekonomi seperti kelompok Supply Side Economits.Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi dan makroekonomi.

Secara kronologis, perkembangan ilmu ekonomi seiring dengan munculnya para filosof ekonomi mulai dari mashab pra klasik, klasik, neo klasik, sosialis, keynesian dan perekonomian masa kini.

1.       Filsafat Ekonomi Pra Klasik
a.      Kaum Markantilisme
Dasar pememikiran bagi kaum merkantilisme adalah bahwa suatu neraca perdagangan aktif dapat menyebabkan mengalirnya kas ke dalam negeri sebagai syarat utama usaha, sehingga dapat menyebabkan kemakmuran nasional. Pandangan ini adalah dasar bagi suatu politik perniagaan protesionistik
b.      Kaum Fisiokrat
Pemikiran para kaum fisiokrat mengatakan bahwa sumber segala kemakmuran terletak dalam bidang pertanian
2.      Filsafat Ekonomi Klasik
Fokus okonomi pada mashab klasik  adalah liberalasasi, yakni berdasarkan diri atas dalil bahwa sesuatu perekonomian yang berkembang dengan bebas merupakan syarat terbaik bagi suatu perkembangan kemakmuran yang menguntungkan.
3
3.     Filsafat Ekonomi Neo klasik
         Kurun waktu tentang aktifitas ekonomi neo klasik sekitar akhir abad ke-19. Tokoh-tokoh pemikir ataupun para filosof terkenal pada mashab ekonomi neo klasik adalah Leon Warlas dan Alfred Marshall.
a. Filosof Leon Warlas
b. Filosof Alfred Marshall
Pemikir ekonomi neo klasik Alfred Marshal dikenal pula sebagai pendiri Mashab Anglo Amerika.

4.     Filsafat Ekonomi Kaum Sosialism
        Para pemikir kaum Utopis (seperti Edward Bellamy) beranggapan bahwa satu-satunya pemecahan masalah kemiskinan terletak pada usaha untuk merombak organisasi ekonomi secara total

5.     Filsafat Ekonomi John Maynard Keynes
a.      Pokok-Pokok Ajaran Keynes
Inti pokok dari ajaran Keynes adalah sebagai berikut :
1.   Pendapatan total tergantung dari volume kesempatan kerja total
2.   Kecenderungan untuk berkonsumsi ( propensiti to Consume = PTC ), dimana jumlah pengeluaran untuk konsumsi tergantung pada tingkat pendatan, demikian halnya pada kesempatan kerja total.
3.   Kesempatan kerja total tergantung pada permintaan efektif total (D), yang terdiri dari dua bagian yaitu : (a) pengeluaran untuk Konsumsi (D1) dan (b) pengeluaran untuk inventasi (D2), Sehingga : D  =  D1   +   D2
4.   Dalam keadaan keseimbangan (equilibrium) permintaan total (aggregate demand = D) sama dengan aggregate supply = Z).
                                    jika      :           D  =  D1  +   D2   atau  D2  =  D – D1
                       Maka  :           D  =  Z,   sehingga        D2  =  Z – D1
5.   Dalam keadaan keseimbangan (equilibrium), penawaran total sama dengan permintaan total dan permintaan total  dideterminasi oleh kecendrungan untuk mengkonsumsi (PTC) dan volume inventesi. Dengan demikian, maka volume kesempatan kerja tergantung pada : (a) fungsi penawaran total (aggregate supply function), (b) kecendrungan untuk berkonsumsi (the propensity to consume), dan (c) volume investasi
6.   Fungsi penawaran total tergantung pada kondisi-kondisi fisik penawaran dan kecenderungan untuk berkonsumsi adalah relatif stabil dan oleh karenanya fluktuasi-fluktuasi pada kesempatan kerja terutama tergantung pada volume inventasi.

4
7.   Volume inventasi tergantung pada : (a) efisiensi marginal modal atau  marginal efficency of  capital = MEC, dan (b) suku bunga (interest).
8.   Efisiensi marginal modal tergantung pada : (a) harapan tentang hasil laba, dan (b) biaya pengganti aktiva modal.
9.  Suku bunga tegantung pada : (a) jumlah uang, dan (b) keadaan preferensi likuiditas.

b.      Kenynes versus klasik
Keynes menganggap bahwa pengawasan  sentral dan pengawasan oleh negera (pemerintah) adalah perlu guna memperbaiki dan mempertahankan kondisi tertetu yang umumnya diinginkan pada sebuah perekonomian. pandangan tersebut mirip dengan kaum merkantilisme yang secara singkat dapat dikatakan bahwa ekonomi Keynes merupakan persoalan politik atau kebijakan.
Seperti halnya kaum merkantilis ia menghendaki agar pemerintah memberikan perlindungan secara intern dan ia menganjurkan agar diperlukan perpajakan guna memberikan jaminan sosial bagi tenaga kerja tanpa menaikkan upah, sedangkan secara extern ia menganjurkan perlunya tarif protektif guna meningkatkan kegiatan ekspor.
Teori Keynes diasumsikan bahwa tendasi untuk mengadakan tabungan (saving) cenderung menjadi lebih besar dengan tendisi untuk menginventasi. pada perokonomian kapitalis yang maju, kesempatan inventasi dan perangsang untuk menginventasi berbeda.
Variabel-variabel makro ekonomi yang besar bagi Keynes adalah konsumsi total, investasi total dan pendapatan total dalam suatu perekonomian. Formulasinya adalah sebagai berikut:
Konsumsi Total  +  Infestasi Total  =  Pendapatan total
                                    ( C  +  I    =   Y )
Formulasi di atas disebut sebagai model ekonomi tertutup sederhana dalam perkembangan ekonomi.





5
B.     Teori Ekonomi Makro
Pada dasarnya teori ekonomi makro adalah sebuah teori yang mempelajari dan mambahas tentang segala peristiwa, fenomena atau masalh-masalah yang terkait dengan ekonomi secara keseluruhan atau dalam ruang lingkup besar. Ekonomi makro juga merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang memfokuskan kajian terhadap mekanisme kerja perekonomian suatu bangsa secara menyeluruh. Karena pada dasarnya ekonomi makro memiliki tujuan untuk mengerti dan memahami peristiwa atau kejadian seputar perekonomian dan berusaha untuk membuat suatu rumusan yang menjadi solusi untuk memperbaiki kebijakan ekonomi yang ada. Selain itu dalam ekonomi makro ini ada beberapa hubungan yang terjadi. Hubungan yang dibahas di dalamnya meliputi hubungan antar variabel yang agregatif, adapun hubungan tersebut, antara lain :
a.       Tingkat pendapatan nasional
b.      Konsumsi yang dilakukan rumah tangga
c.       Investasi nasional (pemerintah atau swasta)
d.      Tingkat tabungan (institusi atau individu)
e.       Belanja pemerintah (APBN atau APBD)
f.       Tingkat harga (harga umum atau harga pasar)
g.       Jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.
h.      Tingkat bunga yang didapat
i.        Kesempatan kerja dan lapangan pekerjaan
j.        Neraca pembayaran
k.      Ekspor dan impor
Itulah beberapa hubungan-hubungan yang dibahas dlm ekonomi mkro. Diharapkan dengan adanya ekonomi makro bisa menemukan segala permasalahan atau mencari solusi atau sebuah terobosan baru. Selain itu kita juga harus tahu ruang lingkup yang dimiliki oleh ekonomi makro, meliputi :
Bagaimana peran permintaan dan penawaran yang menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian.
Masalah-masalah besar yang sering menimpa perekonomian, antara lain inflasi, pengangguran, korupsi dan lainnya. Perananan dari kebijakan, peraturan yang merupakan usaha pemerintah dalam mengatasi sebuah permasalahan perekonomian.
Kajian kajian yang dibahas dalam ekonomi makro, ada beberapa aspek yang dikaji di dalamnya, antara lain :
a.       Inflasi (kenaikan harga)
b.      Pertumbuhan ekonomi
c.       Tingkat pengangguran
d.      Kerjasama antar negara di dunia
e.       Perjalanan siklus ekonomi

6
Pada dasarnya ekonomi makro memiliki beberapa kebijakan sebagai landasan untuk mengatasi dan menganalisis permasalahan-permasalahan ekonomi yang memiliki ruang lingkup besar. Adapun kebijakannya antara lain:
a.       Kebijakan fiskal
b.      Kebijakan moneter
c.       Kebijakan segi penawaran
d.      Itulah beberapa kebijakan yang ada dalam ekonomi makro, kebijakan ini dibuat bukan tanpa tujuan, tapi kebijakan ekonomi makro memiliki beberepa tujuan yakni :
e.       Menciptakan kestabilan harga
f.       Memaksimalkan tenaga kerja (SDM) dan output
g.       Menciptakan pertumbuhan ekonomi
h.      Menguatkan neraca pembayaran
i.        Meningkatkan kapasitas produksi nasional
j.        Mendistribusi pendapatan
  


7
BAB III
PENUTUP


A.      Kesimpulan
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.
Makro-ekonomi meliputi berbagai konsep dan variabel, tetapi selalu ada tiga topik utama untuk penelitian makro-ekonomi. Teori-teori makro-ekonomi biasanya terhubung dengan fenomena keluaran, pengangguran dan inflasi. Di luar teori makro-ekonomi, topik-topik tersebut juga sangatlah penting untuk semua agen ekonomi termasuk pekerja, konsumen dan produsen.
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan dalam sistem standar kertas, tidak ada proses otomatis yang menstabilkan tingkat harga. Disini kaum klasik melihat satu-satunya peranan makro pemerintah, yaitu mengendalikan jumlah uang beredar sesuai dengan kebutuhan transaksi masyarakat.
Di dalam sistem standar emas, ada mekanisme otomatis yang menjamin kestabilan harga. Disini peranan pemerintah tidak dianggap perlu, sebab jumlah uang (emas) yang beredar akan otomatis menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Keynes, situasi makro suatu perekonomian ditentukan oleh apa yang terjadi dengan permintaan agregat masyarakat apabila permintaan agregat melebihi penawaran agregat (atau output yang dihasilkan) dalam periode tersebut, maka akan terjadi situasi “kekurangan produksi”. Pada periode berikutnya output akan naik atau harga akan naik, atau keduanya terjadi bersama-sama.






8
DAFTAR PUSTAKA


Hausman, D. and Michael S. McPerson. Economic Analysis and Moral Philosophy,Cambridge Surveys of Economic Literature. Cambridge University Press. NewYork

Acemoglu, D. Laibson, D. Lits, JA. 2016.  Micro Economic Global Edition. Pearson Education Limited. Edinburgh Gate Harlow Essex CM20 2JE England.

Qamar, Nurul. 2009. Pengantar Hukum Ekonomi. Pustaka Refleksi. Makassar.

Gilarso, T. 2004. Pengantar Ilmu Ekonomi Macro Edisi Revisi. Kanisius, Yogyakarta55011.

File bisa download disini

0 komentar:

Posting Komentar

Tanggal

Statistik

Popular Posts