Jumat, 13 Desember 2019


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pertanian merupakan kegiatan yang sangat penting bagi manusia untuk dapat meneruskan kehidupan di muka bumi ini. Dalam kehidupan manusia tidak terlepas dari pertanian. Untuk itu perlu di adakan Pembangunan Pertanian. Pembangunan Pertanian adalah suatu proses yang ditujukan untuk selau menambah produksi pertanian untuk tiap-tiap konsumen, yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktivitas usaha tiap-tiap petani dengan jalan menambah modal dan skill untuk memperbesar turut campur tangannya manusia di dalam perkembangan tumbuh- tumbuhan dan hewan.

B.      Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian pembangunan pertanian?
2.      Apa tujuan pembangunan pertanian?
3.      Apa usaha-usaha pokok pembangunan pertanian?
4.      Apa peranan pertanian dalam perekonomian Indonesia?

 C.      Tujuan
1.      Menjelaskan pengertian pembangunan pertanian
2.      Menjelaskan tujuan pembangunan pertanian
3.      Menjelaskan usaha-usaha pokok pembangunan pertanian
4.      Menjelaskan peranan pertanian dalam perekonomian Indonesia

D.      Manfaat Penulisan
1.  Mahasiswa diharapkan mampu memahami pengertian dan tujuan pembangunan pertanian
2.      Mahasiswa diharapkan mampu memahami usaha-usaha pokok serta peranan pertanian dalam perekonomian indonesia


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Pembangunan Pertanian
Pembangunan pertanian merupakan suatu proses yang ditujukan untuk selalu menambah produksi pertanian untuk tiap-tiap konsumen, yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktivitas usaha tiap-tiap petani dengan jalan menambah modal dan skill untuk memperbesar turut campur tangannya manusia di dalam perkembangan tumbuh- tumbuhan dan hewan.

B.     Tujuan pembangunan pertanian
Dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dijelaskan bahwa pembangunan pertanian diarahkan pada berkembangnya pertanian yang maju, efisien, dan tangguh. Maju, efisien, dan tangguh dalam ekonomi pertanian mencakup konsep-konsep mikro dan makro yaitu, bagi sektor pertanian sendiri maupun dalam hubungannya dengan sektor-sektor lain diluar pertanian, misalnya industri, transpor, perdagangan, dan keuangan/perkreditan.
Menurut Garis-Garis Besar Haluan Negara dan pelaksanaan Pelita II pembangunan pertanian ditujukan untuk:
1.  Meningkatkan Produksi pangan menuju swasembada karbohidrat non terigu, sekaligus meningkatkan gizi masyarakat melalui penyediaan protein, lemak, vitamin, dan mineral.
2.     Meningkatkan tingkat hidup petani melalui peningkatan penghasilan petani.
3. Memperluas lapangan kerja disektor pertanian dalam rangka perataan pendapatan.
4.    Meningkatkan ekspor sekaligus mengurangi impor hasil pertanian.
5. Meningkatkan dukungan yang kuat terhadap pembangunan industri untuk menghasilkan barang jadi atau setengah jadi.
6.   Memanfaatkan dan memelihara kelestarian sumber alam, serta memilihara dan memperbaiki lingkungan hidup.
7.   Meningkatkan pertumbuhan pembangunan pedesaan secara terpadu dan serasi dalam kerangka pembangunan daerah. Tujuan akhir dari pembangunan semesta ini adalah terciptanya masyarakat yang adil, makmur, baik material maupun spiritual yang diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa, maka dari itu pembangunan pertanian yang merupakan bagian dari pembangunan ekonomi harus selau diarahkan agar dapat tercapainya tujuan akhir tersebut.

 C.    Usaha Pokok Pembangunan Pertanian
Usaha pokok pembangunan pertanian secara terus menerus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan, yaitu:
1.       Intensifikasi adalah upaya peningkatan produktivitas sumber daya alam seperti peningkatan penggunaan lahan kering, perairan dan area pasang surut serta pemanfaatan sarana produksi, pestisida, pupuk, air, dan lain-lain.
2.    Ekstensifikasi adalah usaha untuk memperluas sumber daya alam seperti memeperluas area panen baik tanaman pangan atau tanaman perkebunan, perluasan area tangkapan ikan, perluasan penanaman rumput untuk pakan ternak, serta memperluas sumber daya lainya.
3.     Diversifikasi dilakukan sebagai upaya menciptakan keanekaragaman dalam melakukan usaha tani baik secara vertikal mulai kegiatan produksi hingga pemasaran, maupun horizontal yakni merupakan penyeimbangan antara komoditi dan wilayah. Diversifikasi juga dapat diterapkan dalam pemilihan lokasi pembangunan pertanian sehingga terjadi keseimbangan antara provinsi maju dan provinsi kurang maju.
4.     Rehabilitasi dilakukan untuk memulihkan atau mengembalikan kemampuan daya produktivitas sumber daya pertanian yang rusak atau kritis serta membahayakan kondisi lingkungan.  Serta memulihkan kemampuan produktifitas usaha tani di daerah rawan, hal ini dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

  
D. Peranan pertanian dalam perekonomian Indonesia
  1. Penghasil bahan pangan; apabila pangan cukup tersedia maka stabilitas nasional bisa terjamin akan tetapi apabila pangan tidak cukup tersedia maka stabilitas nasional akan terganggu. Tingkat ketergantungan terhadap impor beras merupakan permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan beras dalam negeri
  2. Penyedia lapangan kerja; lebih dari setengah tenaga kerja Indonesia bergantung hidupnya dari sektor pertanian. Pertanian rakyat di Indonesia tidak mengenal adanya PHK sehingga mampu menampung berapapun kelebihan tenaga kerja.
  3. Pendorong munculnya kesempatan berusaha; adanya multiplier effect dari sektor pertanian yang cukup besar sehingga akan mendorong bidang usaha yang lain dan munculnya lapangan kerja baru di sektor lain.
  4. Penyedia faktor produksi; bahan-bahan hasil produksi pertanian merupakan bahan baku bagi industri. Kelapa sawit sebagai bahan baku untuk minyak goreng, kosmetik, dan lain-lain. Karet sebagai bahan baku untuk pembuatan ban. Dengan demikian agar industri tersebut dapat berkembang dengan baik akan sangat tergantung pada keberhasilan sektor pertanian dalam memproduksi hasil tanaman.
  5. Penghasil devisa; ekspor komoditi pertanian menjadi andalan untuk mendapatkan devisa. Hal ini diakibatkan karena sektor migas tidak mampu lagi menjadi andalan dalam ekspor.   


BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Kata pembangunan sering diartikan pada pertumbuhan dan perubahan. Sehingga pembangunan pertanian yang berhasil dapat diartikan kalau terjadi pertumbuhan sektor pertanian yang tinggi dan sekaligus terjadi perubahan masyarakat tani dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Tujuannya yaitu, meningkatkan Produksi pangan menuju swasembada karbohidrat non terigu, sekaligus meningkatkan gizi masyarakat melalui penyediaan protein, lemak, vitamin, danmineral. Meningkatkan tingkat hidup petani melalui peningkatan penghasilan petani. Memperluas lapangan kerja disektor pertanian dalam rangka perataan pendapatan. Meningkatkan ekspor sekaligus mengurangi impor hasil pertanian. Meningkatkan dukungan yang kuat terhadap pembangunan industri untuk menghasilkan barang jadi atau setengah jadi. Memanfaatkan dan memelihara kelestarian sumber alam, serta memilihara dan memperbaiki lingkungan hidup. Meningkatkan pertumbuhan pembangunan pedesaan secara terpadu dan serasi dalam kerangka pembangunan daerah.Usaha pokok pembangunan pertanian secara terus menerus ditingkatkan melalui kegiatan intensifikasi, ekstensifikasi, dan rehabilitasi.



DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia “Pembangunan Pertanian”, http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_Pertanian. Di akses pada tanggal 21 November 2018.
Panggabean, Andreas. “ Pengetahuan Pembangunan Pertanian Indonesia : Pembangunan Pertanian ”, http://andsgabe.blogspot.in/2010/09/pembangunan-pertanian.html?m=1. Di akses pada tanggal 21 November 2018.


Download file makalah : [ Download ]

0 komentar:

Posting Komentar

Tanggal

Statistik

Popular Posts